Jaringan endometrium setiap awal siklus menstruasi, di bawah pengaruh hormone akan berkembang, untuk mempersiapkan diri jika ada hasil pembuahan yang akan ditanam di dalam rahim. Pada akhir siklus menstruasi jika tidak ada pembuahan, maka jaringan endometrium yang sudah berkembang ini akan luruh sebagai darah menstruasi yang keluar melalui vagina.
Jaringan yang salah tempat ini ternyata juga berkembang dan menjadi pendarahan sesuai dengan siklus menstruasi, persis sama seperti yang terdapat di lapisan dalam dinding rahim. Tetapi celakanya jaringan yang salah tempat ini pada saat meluruh tidak mempunyai jalan keluar. Ini mengakibatkan pendarahan di dalam rongga perut, menyebabkan pembuluh darah di tempat-tempat yang ditempelinya mengalami luka, juga menyebabkan jaringan di tempat-tempat yang ditempelinya mengalami luka serta peradangan – yang mana hal ini dapat menyebabkan nyeri, kemandulan, pembentukan jaringan parut bekas luka, perlengketan organ-organ di dalam rongga perut, dan mengakibatkan masalah-masalah pada usus.
Apa saja gejala-gejala endometriosis?
Wanita yang menderita endometriosis bisa mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut ini:
Nyeri sebelum dan sesudah menstruasi.
Nyeri pada saat berhubungan intim.
Kemandulan.
Lelah.
Nyeri pada saat berkemih (buang air kecil) selama periode menstruasi.
Mulas atau nyeri perut selama periode menstruasi.
Gejala-gejala saluran pencernaan lainnya seperti diare, sembelit (susah buang air besar), mual, tidak nafsu makan.
Disamping itu banyak wanita dengan endometriosis juga menderita:
Alergi
Sensitif terhadap bahan-bahan kimia.
Seringkali mengalami infeksi jamur (berupa keputihan misalnya)
Diagnosis pasti hanya melalui laparoskopi, suatu tindakan operasi kecil dengan pembiusan. Hasil laparoskopi biasanya memperlihatkan lokasi di mana terdapat jaringan endometriosis itu, ukurannya seberapa besar, dan perluasan pertumbuhan jaringan endometriosis itu sampai ke mana saja. Ini akan membantu bagi dokter dan pasien untuk memilih pengobatan apa yang paling tepat bagi pasien tersebut.
Apa yang menyebabkan endometriosis?
Penyebab dari endometriosis tidak diketahui. Beberapa teori tentang penyebab endometriosis antara lain:
- Teori aliran balik melalui saluran telur. Teori ini menduga bahwa selama periode menstruasi ada bebrapa jaringan menstruasi yang berjalan balik melalui saluran telur kemudian tertanam di dalam rongga perut dan tumbuh menjadi endometriosis. Tetapi beberapa pakar percaya bahwa semua wanita mengalami hal ini, tetapi mengapa ada yang berkembang menjadi endometriosis dan ada yang tidak, ini mungkin disebabkan oleh masalah sistem kekebalan tubuh atau masalah-masalah hormonal.
- Jaringan endometrium menuju ke tempat-tempat lain di tubuh melalui sistem pembuluh limfe atau sistem pembuluh darah. Teori gentik menduga bahwa hal ini disebabkan oleh adanya gen yang berperan dalam keluarga.
- Terpapar dengan dioksin suatu zat kimia beracun yang terdapat pada pestisida, kertas yang diputihkan dengan pemutih, dan pada asap hasil pembakaran plastik.
Pilihan Penatalaksanaan
Sejauh ini belum ada yang dapat menyembuhkan endometriosis, meskipun demikian terdapat beberapa pilihan penatalaksanaan. Tujuan yang ingin dicapai adalah: menghilangkan/mengurangi gejala nyeri, menyusutkan atau memperlambat pertumbuhan endometriosis, menjaga atau memulihkan kesuburan, dan mencegah atau memperlambat kambuhnya penyakit ini.
Obat-obat penghilang nyeri: Obat-obatan penghilang nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol dan aspirin, bisa juga ibuprofen dan lain-lain. Atau obat-obatan penghilang nyeri yang perlu memakai resep dokter.
Terapi hormon: Terapi hormonal bertujuan untuk menghentikan ovulasi (proses pematangan sel telur) selama mungkin. Terapi hormonal ini bisa berupa: pil KB, hormon progesteron, derivate hormone testosterone, dan golongan lainnya. Efek samping terapi hormonal ini bisa menjadi masalah bagi beberapa pasien.
Pembedahan:
1. Pembedahan konservatif bertujuan mencari dan mengangkat atau menghancurkan endometriosis, mengurangi/menghilangkan nyeri, dan pada beberapa kasus memungkinkan terjadinya kehamilan. Pembedahan konservatif dapat berupa laparoskopi (suatu pembedahan ringan, dimana ahli bedah akan melihat rongga dalam perut melalui suatu selang kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil pada dinding perut). Bisa juga pembedahan secara laparotomi (suatu prosedur pembedahan yang lebih ekstensif, perut disayat cukup panjang, periode penyembuhan yang lebih lama dibandingkan laparoskopi). Biasanya pada pasien yang menjalani pembedahan konservatif ini juga disertai dengan terapi hormonal.
2. Pembedahan radikal, yang mungkin diperlukan pada kasus yang parah, termasuk histerektomi (pengangkatan rahim), pengangkatan semua jaringan endometriosis dan juga pengangkatan indung telur. Ini biasanya merupakan pilihan terakhir. Dan tidak menjamin bahwa pasien akan sembuh dan tidak kambuh lagi.
Terapi alternatif: Pilihan terapi komplemen mungkin berupa obat-obatan tradisional Cina, pendekatan nutrisi, homeopati, dan lain-lain.
Jadi diskusikan dengan dokter anda, apa yang terbaik bagi anda. Yang perlu diingat adalah bahwa endometriosis ini bukan tumor ganas, ia adalah tumor jinak.

49 komentar:
dear dok,
sy lhia berusia 25 th dan sudah menikah selama 3 tahun dan belum punya anak. th. 2007 saya kena kista endometriosis dan sering nyeri di bagian perut sebelah kanan, dan kadang2 sangat sakit. th. 2008 ini sudah mulai berkurang nyerinya karna setelah USG kistanya gak kelihatan,tapi justru haid tidak normal sampai 2 bulan gak haid. sy pikir hamil dan ternyata tidak. apa yang menyebabkan hal itu dan sebenarnya apakah terapi homeopati sangat dianjurkan bagi wanita seperti saya yang ingin punya anak?
thanks atas jawabannya dok.
Dear Lhia,
Infertilitas bukan hanya masalah pada wanita saja, bisa juga disebabkan adanya masalah pada pasangan pria anda. Saran saya sebaiknya anda berdua konsultasi dengan dokter spesialis kandungan yang khusus menangani masalah infertilitas.
Mengenai terapi homeopati saya tidak tahu dan tidak dapat berkomentar.
Salam
Dr. Suryo Wibowo
dear dok,
sy novi berusia 28 th, 3 th yg lalu saat sy hamil didiagnosa terkena endometriosis lebih dari satu tmp.Mengingat yg berukuran bsr hanya di 1 tmp dan di tmp lainnya msh sangat kecil, maka yg diangkat berbarengan dgn sesar kelahiran anak saya hanya yg berukuran besar saja.Setelah proses operasi, dokter menyarankan agar saya menggunakan KB suntik 3 bln sekali untuk menghambat perkembangan endometriosis tsb. Yg ingin sy tanyakan apakah dengan KB tsb endometriosis sy bs hilang atau minimal tdk berkembang, dan smp kpn sy hrs menggunakan KB tsb.
Thanks, jawaban dokter sangat sy tunggu.
Dear Novi,
Saya meragukan pernyataan anda "3 th yg lalu saat sy hamil didiagnosa terkena endometriosis ..."
Biasanya keluhan endometriosis justru menghilang pada saat hamil.
Mengenai penggunaan KB suntik, ini sama seperti yang terjadi pada kehamilan, yaitu terhentinya ovulasi (proses pematangan sel telur).
Mengenai sampai kapan menggunakan KB suntik itu, jawabannya ya sampai anda memutuskan untuk mempunyai anak lagi.
Selain itu bisa anda coba stop penggunaan KB suntik (dengan risiko hamil, bila tidak menggunakan metode KB lain). Kemudian amati, apakah dengan tidak disuntik KB lagi, gejala-gejala endometriosisnya datang lagi atau tidak. Bila tidak datang lagi berarti mungkin anda sudah sembuh, tetapi bila datang lagi berarti mungkin anda belum sembuh, dan harus disuntik KB lagi.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo
dear dok..
saya nenden 24th.nyeri waktu haid hari pertama sering saya alami td tdk terlalu sakit dan tidak ganggu aktifitas.tp tb2 bln ini saya saya merasakan nyeri yang sangat justru hari ke 5 haid sampe badan saya meriang.saya cek ke dkter kndungan,saya kena gejala endometriosis.dan baru minum obat pada saat haid bln berikutnya.yang ingin saya tanyakan apakah saya bisa sembuh total dan apakah saya bisa cepat punya anak karena sebentar lagi saya mau menikah.mksh ya dok ats jwbannya..
Selamat Malam, Doc
Saya sering kali mengalami neyri haid saat 2-3 hari kemudian hilang tetapi, beberapa minggu kemudian neyri kembali dan belum 28 hari haid kembali didahului nyeri sakit di bagian bawah perut. Sudah 2 kali di USG akan tetapi masih belum diketahui apakah penyebab dari rasa sakit ini, diduga adenimyosis. Apakah pendapat Dokter mengenai hal ini?
Terima kasih.
Dear Emilia,
Ada kemungkinan anda mengalami endometriosis. Coba konsultasikan dengan DSOG anda.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo
Yth, Dr. Suryo,
saya Ikke usia 36 th, saya pernah menikah 6 tahun dan tidak punya anak, sejak awal menikah 1999 saya sudah menderita Endometriosis, oleh Dokter saya, berulang kali saya di terapi obat hormonal AZOL 200mg, dampaknya saya jadi gemuk & hanya sebentar Endometriosis mereda & kembali sakit, saya merasa capek konsul ke dokter & minum Azol terus, saya mohon suggest dari dokter, solusi apakah yang terbaik? agar endometriosis saya dapat dikikis kembali dengan cepat, tidak seperti Azol 3-6 bulan, dan saya dapat memiliki keturunan saat menikah lagi nantinya.. Tq Dokter - Ikke
Dear dokter Suryo...
Anak saya sekarang berumur 25 th,sering mengalami gangguan siklus mensturasi kadang sampai 3 bulan tidak mengalami mensturasi.beberapa hari yang lalu anak saya merasa sangat kesakitan pada bagian perutnya sehingga harus dilarikan ke UGD.setelah dikonsultasikan dengan dokter kandungan ternyata menurut dokter tersebut anak saya didiagnosa ENDOMETRIOSIS dan diberikan obat penghilang rasa sakit dan obat KB.menurut dokter tersebut obat kb ini harus diminum selama 3 bulan.setelah saya baca tulisan dokter Suryo mengenai Endometriosis bahwa pemakaian obat kb bisa menyebabkan gangguan lain saya jadi khawatir,pertanyaan saya apakah obat kb nya saya stop lalu diganti dengan tindakan laparoskopi?atau mungkin dokter punya saran lain.terima kasih atas perhatiannya
Dear Pak Hakim,
Tindakan laparoskopi bisa sebagai alat diagnosis dan juga sebagai terapi bila memungkinkan.
Mengenai efek samping pemberian obat KB, sejauh manfaatnya lebih besar dari pada risikonya, biasanya tidak apa-apa, yang penting kontrol teratur ke dokter, sehingga apabila muncul efek samping, dokter dapat mendeteksinya sedini mungkin. Jadi teruskan saja obat yang diberikan oleh dokter, dan jangan lupa kontrol teratur.
Sekian dulu.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK
Dear dr. Suryo,
Saya kemarin melakukan USG dan divonis dokter mengidap endometriosis. Ada beberapa pertanyaan Dokter :
1. Apakah solusi pengobatan dengan minum pil KB betul? Saya pernah mendengar ttg pemakaian pil KB akan membuat kering rahim. Apakah betul?
2. Apakah endometriosis bisa di"non-aktif"kan dengan pijat refleksi?
3. Apakah ada obat tradisional yang bisa saya konsumsi?
Tku & Kind Regards,
Dear Dee,
Salah satu solusi memang dengan minum pil KB. Tidak betul pil KB akan membuat kering rahim. Orang yang minum pil KB saja bisa kebobolan (maksudnya hamil).
Mengenai pijat refleksi untuk menonaktifkan endometriosis saya kurang tahu, begitu pula mengenai obat tradisional.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
salam sejahtera dok,,,
saya adhie, pacar saya saat ini berusia 27 tahun, dan sempat beberapa kali mens dia mengalami sakit perut yg sangat.
Awalnya dokter mengira terkena usus buntu, tp stlh diUSG, dokter kandungan mendiagnosis ENDOMETRIOSIS stadium 2.
Yg mau saya tanyakan, apakah harus melalui cara pembedahan untuk menyebuhkannya??
tidak adakah cara lain supaya gumpalan darah itu bisa hilang dari rahimnya??
terima kasih atas waktu Pak Suryo berikan, dan saya amat mengharapkan jawaban dari Dokter.
Makasih,,, ^_^
Dear Adhie,
Sempat beberapa kali mens mengalami sakit perut yang sangat??? Berarti tidak tiap kali mens mengalami sakit perut yang sangat? Bila jawabannya ya, maka berarti kemungkinan pacar anda menderita endometriosis agak kecil. Untuk diagnosis pasti endometriosis adalah dengan laparoskopi, dilihat langsung, bukan dengan pencitraan USG.
Coba diskusikan lagi dengan dokter kandungan pacar anda.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
Salam sejahtera Dok,,,
saya Adhie, yg kmrn sempat tanya tentang kondisi endometriosis pacar saya.
Pacar saya merasa nyeri kurang lebih dari 5x mens, 3 diantaranya dia ngerasa nyeri.
apakah itu sudah termasuk parah Dok??
Misalnya dengan terapi hormon saja bisa sembuh apa tidak??
Terima kasih atas perhatiannya Dok...
dok,,,
saya adhie.
ada info tambahan dok, endometriosis pacar saya sebesar 8cm.
Saya mau tanya juga dok, apakah endometriosis itu sama dengan kista??
makasih Dok, saya tetap mengharapkan jawaban dari Dokter... ^_^
malam Dok,
Sy Maulana, kenetulan 2 minggu lalu saya menemani istri saya (26thn - kmi belum punya anak) ke Dokter kandungan..dan Istri saya di diagnosis terkena Endometrosis..dia di beri Norethisterone 5mg Tab dan pil kontrasepsi.
masalahnya sekarang dia mengalami pendarahan yg amat banyak..padahal baru 1 minggu kemarin dia berhenti menstrusasi.
dia juga darah rendah..jadi sekarang sering lemas, dan terlihat pucat..
pertanyaan saya..
1. bisakah endometriosis itu di sembuhkan?
2. apakah ada efek samping dari pengobatan menggunakan Norethistherone ini..dgn keadaan istri sy yg begitu..apa saran anda?
3. apa dampaknya Endometiosis trhdp kesehatan istri sy?
4. apa benar kemungkinan besar bs mandul
terima kasih y dok
salam
Dear Adhie,
Saya tidak dapat berkomentar mengenai apakah bisa sembuh dengan terapi hormon atau tidak, karena saya tidak melihat langsung kondisi pacar anda.
Sebaiknya anda diskusikan dengan dokter yang merawat pacar anda. Jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada beliau.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
Dear Maulana,
Endometriosis bisa disembuhkan, tetapi tergantung lokasi, ukuran, dan sebagainya, biasanya prosesnya lama dan rumit, jadi perlu kesabaran.
Untuk pertanyaan nomor dua, maka saya sarankan agar anda membawa kembali istri anda ke dokter kandungannya.
Mengenai mandul atau tidak banyak sekali faktor yang harus diperhitungkan. Untuk itu ada baiknya anda diskusikan juga dengan dokter kandungan yang merawat istri anda.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
hey dok,
saya ama usia 23th, udah smnjak 3bln terakhir ni saya di nyatakan trkena ENDOMETRIOSIS tp kt dokter sya alhmdullilah blm smpe kista....tp udah 1 bln ni jg sya blm juga haid, yg sya mau tany ke dokter....
"apakh pengaruh obt yg saya minum itu ada hubungannya dengan tidak datangnya haid???" dan apkh pnykit ini bisa di sembuhkan dng cara yg alami???? wktu awl periksa saya di ksh obt naturol dan norelut, tp saat ini saya hny di ksh obt norelutnya saja,menurut dokter gmn??????trs apakh ad makanan pantangan jg dok?????mksh ya dok sblmnya, sya harapkan jwb dan penjelasan dokter......
Dear Ama,
Jelas anda tidak mendapatkan haid karena minum obat norelut. Dengan norelut, hormon anda ditekan, sehingga diharapkan endometriosisnya akan mengecil. Tidakkah dokter anda memberitahukan hal tersebut?
Semoga jelas.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
Dokter, apakah ada spesialis kandungan atau bedah yg secara spesicifik menangani endometriosis by laser laproscopy di Indonesia? Atau dinegara tetangga terdekat.. Malaysia, Singapore atau Australia?
Bisakah saya minta nama dan alamatnya?
dok mw tanya nie...
saya ifaa 19 thn...punya masalah pada haid yang tidak lancar...sejak pertama kali haid pada usia 15 thn...
abiez priksa ke spesialis kandungan cz udah 3 bln en99a9 haid n d ksh obat nurelut kalo 9a9 salah setelah minum itu 1 min99u kemudian bisa haid kemudian suruh priksa la9i...priksa yang kedua aq dkasih pil kb jmlhnya 21 ama vitamin...yan9 saya tanyakan pil kb itu diminum setelah masa haid apa setelah priksa itu ( dalam masa haid hr ke-6 )n apa semua pil kb itu hasiatnya sama?????mohon jawabanya dok...
Dear Dok..,
saya yeshi usia 25 tahun sudah 5 bulan ini diketahui bahwa saya menderita endometriosis..saat pertama kali usg terlihat ada kista dirahim saya.,namun 1 bulan setelah terapi obat endometril kista tersebut hilang..meski begitu perut tetap terasa nyeri meskipun diluar siklus menstruasi..awalnya yang sakit hanya perut sebelah kanan dok tapi lama kelamaan perut yang sebelah kiri juga terasa nyeri saat haid..hasil pemeriksaan terakhir dokter mengatakan bahwa rahim saya mengalami perlengketan disebelah kiri.,hal inilah yng menyebabkan rasa nyeri luar biasa klo lagi haid...sampai2 saya demam dan tidak masuk kerja setiap 3 hari pertama haid..yang ingin saya tanyakan kira2 klo hanya dengan terapi hormon butuh waktu berapa lama untuk penyembuhan endometriosis Dok??
Dear Dok Suryo,
Saya Elis, usia 33 tahun dan belum menikah. Tahun 2005 didiagnosa terkena kista endometriosis bilateral dan telah dioperasi kistectomy. Tahun 2006 setiap kali haid terasa sakit. Kemudian dapatkan terapi lanjutan profera selama 3 bulan. Pada tahun 2010, bulan februari-Mei mengalami perdarahan haid setiap hari. Oleh dokter saya diberikan terapi obat Calmex, Vitamin K, Norelut, Ferofort. Sementara kadar Hb naik turun antara 8-10. Setiap kali konsumsi obat-obat tsb perdarahan berhenti dan tersisa sedikit flek.
Namun pada awal Agustus ini, semua obat habis dan saya kembali mendapat haid dengan kesakitan hebat. diberikan injeksi analgetik 1 hari 3 kali. Setelah di-USG ternyata ditemukan hiperplasi endometrium dan masa adenomyosis.
Oleh dokter, disarankan untuk dioperasi histrectomy total.
Tetapi karena masih dipertimbangkan resikonya operasi ini, disarankan untuk diberikan injeksi Tapros 3.75 selama 6 bulan (saat ini injeksi belum dimulai)
Maka, mohon tanggapan dan saran dokter Suryo terhadap masalah saya yang demikian.
Terima kasih atas tanggapan dan saran dokter.
Dear Yeshi,
Therapi hormon untuk menekan hormon yang dikeluarkan oleh tubuh anda yang mana hormon tersebut mempengaruhi jaringan endometrium. Begitu mulai dengan therapi hormon, maka anda tidak akan mengalami menstruasi, sehingga dengan demikian nyerinya tidak terjadi lagi.
Lama-kelamaan jaringan endometriosis karena tidak mendapat hormon akan mengecil dan diharapkan menghilang. Berapa lama? Sukar untuk dikatakan, tergantung berapa luas jaringan endometriosis yang ada di tubuh anda. Biasanya therapi dilakukan selama 6 bulan, kemudian dinilai lagi.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
Dear Elis,
Histerectomy total berarti rahim anda diangkat seluruhnya, berarti seandainya anda menikah, anda tidak akan dapat mempunyai anak.
Saya rasa sebaiknya anda mengikuti dulu anjuran dokter anda untuk injeksi tapros.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
dear dokter,awal september lalu saya operasi pengangkatan kista endometriosis yg didiagnosis berukuran 7cm. sekarang oleh dokter kandungan saya diberi terapi suntik depo progestin yang semula sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali karena saya sempat merasakan nyeri kembali di perut dan masih sering keluar darah meskipun tidak banyak. yang saya tahu, suntikan depo ini kan untuk 3 bulanan, apakah ada efek samping apabila jadwal suntiknya menjadi 2 mingguan? Apakah ada alternatif pengobatan lain selain menggunakan depo progestin? terima kasih
Yth. dr. Suryo,
Saya Maria, 27thn, PNS di NTT, 155 cm dengan berat 45 kg. Saya belum menikah.
Saya menderita nyeri perut di bagian bawah sebelah kiri sejak SD. Jika nyeri datang, posisi badan saya membungkuk dan tidak bisa ditegakkan karena sakit. Ketika itu (tahun 1995), dr.S.PD akan melakukan endoskopi, namun tidak jadi dan diberikan obat buskopan.
Tahun 2005 saya mulai intens berobat pada dokter SPOG dan dilakukan USG, ada dokter yang mengatakan kista namun dokter yang mengatakan tidak ada apa2.Ada dokter yang mengatakan kram penggantung rahim dan diberikan obat myonal, namun saya alergi, sehingga tidak minum obat apa2 lagi. Ada pula dokter yang menyatakan saya perekatan rahim. Saya juga pernah disarankan ke S.PD. dan dilakukan OVP. Namun semua opini tidak menemukan kelainan dan belum memberikan penyembuhan.
Pda tahun 2008 tiba2 saya merasakan nyeri hebat dan tidak bisa berdiri. pada saat itu saya mengeluarkan cairan putih dan sehari kemudian sekitar 2 tetes darah merah (saya menyebutnya bleeding). Sejak saat itu hampir setiap bulan saya mengalami nyeri hingga membungkuk dan bleeding.
Diagnosa dokter SPOG terakhir menyatakan saya mengalami kista sekitar 2,2 cm, endometriosis, dan pembengkakan rahim. Namun belum ada dokter yang bisa menjelaskan penyebab saya bleeding.
Pola yang saya tandai, pada tanggal 28 September 2010 saya haid, kemudian nyeri hebat dan bleeding pada tanggal 11 Oktober 2010. Pada tgl 27 Oktober saya haid. Pada tanggal 8 November 2010 saya nyeri kembali.
Ada dokter yang menyarankan laparoskopi, namun dokter lain mencegah. Ada dokter yang mengatakan tidak perlu dilakukan apa2. Saya bingung.
Mohon penjelasan, Dok. Dan apa yang harus saya lakukan untuk penyembuhan, karena makin lama makin sering sakit dan rasa nyeri makin sakit. terimakasih.
Dear Na,
Suntikan depo progestin per tiga bulan sekali itu untuk tujuan keluarga berencana. Sedangkan untuk kasus anda, dosisnya mungkin kurang, sehingga anda masih mengalami perdarahan, oleh karena itu dosisnya ditambah lagi.
Mengenai efek samping, pada yang tidak cocok dapat timbul hipertensi, penambahan berat badan, dll.
Terdapat banyak obat-obatan untuk menghentikan siklus menstruasi. Coba anda diskusikan dengan dokter anda.
Sekian dulu.
Salam,
Dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
dok, saya diah 25thn.saya obesitas dok. menikah 2 bulan. saya pernah haid tidak teratur sewktu masih gadis, saya konsul ke dr. Sp.Og di kasih regumen 2x1 sebanyak 30 tab,waktu itu keluhan saya mens tidak mau berhenti setelah 3 minggu lebih darah masih ada.
kemudian sewaktu saya mau menikah 2 bulan yg lalu,sy mendapat regumen lagi 2x1 untuk 5 hari krn saya haid sehari sebelum menikah (18-22nov 2010)
saya mendapat haid 24 november 2010. setelah itu,sampai sekarang saya belum haid lagi.
kemudian saya konsul lg ke dokter kandungan dan mendapat norethisterone (norelut) lagi.
yang ingin saya tanyakan,
1. berbahayakah penggunaan norethisterone seperti itu,krn saya sudah 3x menggunakan obat tsb.
2. kemudian,kenapa kalau saya tidak haid dan darah haid saya tidak berhenti obat nya sama?
terima kasih byk dok...
saya tuti,,berusia 31 tahun mnikah hampir 2 th, tgl 15 april mnjalani terapi LD+kromotubasi,menurut hasil LD ada mioma ureni dan endometriosis,dan tgl 5 mei kmren sya mnjalani suntik tapros,,yg mau saya tanyakan apakah miuma ureni dan endometriosisnya bisa disembuhkan dengan tapros,apakah saya kelak bisa hamil dok...thx atas jawabanya dok
dear dokter suryo..
saya vila berusia 20 tahun. saya baru menikah 5 bulan lalu..
sebelum menikah saya menyadari bahwa siklus haid saya itu lebih dr 30hari tiap bulannya,tp setiap bulan ttp menstruasi,tp tidak pernah saya catat setiap saya haid.
namun baru2 ini setelah saya menikah baru saya catat tiap siklus haid saya,yg ternyata tiap bulan mundur 1hari. awal mencatat siklus haid saya 36hari, lalu 37hari,kemudian 38hari..
bulan agustus ini saya haid dari tanggal 23-28agustus, namun saat tanggal 26agustus darah haid tidak keluar sama sekali selama sehari penuh, lalu saat malam hari saya berhubungan badan dgn suami saya, namun setelah selesai ternyata darah haid saya keluar lagi dan akhirnya haid saya berhenti tanggal 28.
sejak haid saya berhenti, saya merasakan sedikit rasa agak nyeri di perut bagian bawah dan panggul saya. saat tanggal 30 agustus,sempat keluar lendir bening disertai sedikit bercak warna merah muda.. lalu saat ini tanggal 1 september keluar sedikit darah yg agak pekat dr kewanitaan saya, tp rasa nyeri perut agak berkurang..
yang ingin saya tanyakan, disebabkan oleh apakah pendarahan kecil yg keluar dr kewanitaan saya?
apakah ini berbahaya?
saya sangat mengharapkan jwbn dr dokter. terimakasih..
Dokter Suryo,
Umur saya 19thn (blm menikah), pas saya 16thn kata dokter ahli kandungan saya terkena pembengkakan rahim kemudian saya di berikan pengobatan selama 2minggu dengan obat2an. Setelah itu saya check up dan hasilnya sudah membaik tp kalo saya kecapean rahim akan membengkak lagi. Saya juga sering mengalami keputihan dan saat haid sering merasa nyeri seperti di sayat pisau sampe nyeri ke pangggul.
Sudah 1thn lebih sampai sekarang keputihan saya makin mencurigakan. Sering berwarna kuning, berbau busuk yg menyengat bahkan setiap hari. Beberapa hari yg lalu keluar darah darah dr daerah V, saya tidak lg haid. Dan hanya hari itu saja.
Apakah ini gejala yg berbahaya dok ?
Mohon jawabannya dok. Thnks :)
Dokter Suryo,
Umur saya 19thn (blm menikah), pas saya 16thn kata dokter ahli kandungan saya terkena pembengkakan rahim kemudian saya di berikan pengobatan selama 2minggu dengan obat2an. Setelah itu saya check up dan hasilnya sudah membaik tp kalo saya kecapean rahim akan membengkak lagi. Saya juga sering mengalami keputihan dan saat haid sering merasa nyeri seperti di sayat pisau sampe nyeri ke pangggul.
Sudah 1thn lebih sampai sekarang keputihan saya makin mencurigakan. Sering berwarna kuning, berbau busuk yg menyengat bahkan setiap hari. Beberapa hari yg lalu keluar darah darah dr daerah V, saya tidak lg haid. Dan hanya hari itu saja.
Apakah ini gejala yg berbahaya dok ?
Mohon jawabannya dok. Thnks :)
Dok..
saya usia 21 tahun dan didiagnosa endometriosis kemudian diberikan obat azol 200 untuk menghentikan haid.
Apakah obat tersebut memiliki pengaruh besar untuk pengobatan saya?
Dear Dok,
sy Yanthie usia 30th, akan segera menikah dengan duda (mati), menurut informasi, mantan istrinya terkena Endometriosis. pertanyaan saya, apakah penyakit tersebut bisa menular melalui kelamin calon suami? menurut info, penyakit ini menular, tapi juga ada yg menyatakan tidak menular, mohon penjelasannya.
thanks dok.
salam dok.
saya panca, istri saya di diagnosa endometriosis, dan sdh melakukan operasi larascopi bahkan dah operasi yg kedua, ternyata baru saja kontrol kedokter dan stlh di usg muncul lagi, besarnya 7x3 cm, ada obat herbal gak dok, trims
dear dok,
Ibu saya penderita diabetes umurnya 63 thn...baru 3 minggu operasi pengangkatan rahim,dgn kesimpulan patologinya LOW GRADE MALIGNANCY..tiba2 ada bercak darah keluar dari vaginanya ..pasca operasi ....apakah bercak darah itu karna pengaruh operasi yg belum sembuh akibat penyakit diabetesnya ataukah,,,dari sel tumor nya masih ada ....makasih sebelumnya dok
dear dok,
Saya mira,berusia 24thn belum menikah 2thn yang lalu saya pernah mengalami haid yang lama dan di periksa ke dr.kandungan dan dr. bilang pembengkakan rahim,kemudian saya teratur berobat dan sembuh,tetapi pas haid jadi merasakan sakit dan keram perut,setelah itu baru kemarin-kemarin saya periksa lagi kata dr. kena Endometriosis..saya cuman di kasih obat penyubur(Vitamin),dan antibiotik saja,apakah yang harus saya lakukan lagi sekarang karena saya sering mersakan sakit di bawah perut?
dear dok,
saya fatma saya 27 tahun saya sudah hampir 7 bulan tidak haid ini terakir haid cuman sekedar bercak bercak aja , dulu saya sudah ke dokter dan sudah di usg tidak ada apa2 , terus doketer ngasih obat norelut dan fundamin E , sewtelah itu saya haid selama 2 bulan saja , kemudian saya tidak haid lagi , sekarang beberapa hari keluarnya bercak 2 aja,apakah saya mandul , karena saya punya rencana menikah 6 bulan lagi. terimakasih
Dok, sya Maulida 15 th, sya sering merasakan sakit yg luar biasa di bawah perut ( diluar masa haid ) dan sya sring haid lbih dari 2 minggu. Stelah di USG, kta dokter dkat rahim sya ada kista, dan sya di kasih obat. Alhamdulillah stelah 5 blan kta dokter kistanya sudah hilang dan sya di kasih obat NORELUT ( norethisterone ) untuk menghentikan pendarahan yg sudah 2 minggu, stelah 2 hari minum obat, haid sya brenti dan sya brhenti mengkonsumsi obatnya karena sya takut ada efek smping, ternyata stelah 1 hari tidak knsumsi obat saya haid lagi. Dan bgitulah seterusnya dok, sya tergantung dg obat. Apakah ini darah penyakit / darah haid ? Dan Bgaimana cara mengatasinya dok ?. Mhon balasannya.
dr.Suryo
dear dok suryo..
saya Reni Oktora, didiagnosa endometriosis sbsr 8cm dan 6,7cm sdh dilaparoskopi bln 10 thn 2011 dan mmg psitif endometriosis dan ternyata ada 3 buah endo. saya melakukan terapi tapros 2x sebelum laparoskopi dan 4x sesudah laparoskopi..
tapros berakhir bln 2 thn 2012...cek up terakhir bln 3 thn 2012 krn kdg2 sy mrsakn nyeri di bag bwh perut sblh kanan dan ternyata msh ada endo sebesar 5,5cm....jika sy membandingkan hsl usg seblm laparoskopi dan hsl cek up terakhir ada bbrp endo yg mmg sdh tdk kelihatan lg tp endo yg berukuran 5,5cm itu berada ditmpt yg sama dgn hsl usg sblm laparoskopi....yg jadi pertanyaan sy:
1. Apakah ada kemungkinan endo yg 5,5cm tsbt tdk diangkat oleh dok yg melakukan laparoskpi sy ( sy blm prnh cek up ke dok tsbt sampai saat ini) krn sepengetahuan sy ktk seseorg melakukan terapi tapros maka endo yg baru tdk akan tumbuh kmbl?
2. Bulan ini sy haid yg pertama kalinya stlh laparoskopi dan terapi tapros,,obat penghilang rasa sakit apakah yg ampuh menghilangkan rasa sakit tsbt ( trkdg obat minum sdh tdk mempan lagi dok) dan apakah penggunaan pronalges melalui anus aman bg penderita endo?
3. Jika benar suntik KB 3 bln bisa membantu sy mematisurikan endo sy,,kpn wkt yg tepat melakukan hal tsbt?
4. berapa besar kemungkinan bagi penderita endo untuk bisa memiliki keturunan?( sy alhamdulilah sdh memiliki seorg putra berusia 9 thn)
maaf terlalu byk pertanyaan yg sy ajukan hal ini sy lakukan demi mendapatkan second opinion krn bbrp dok yg sy temui tdk memberikan jwbn yg memuaskan bahkan trkdg tdk melihat wajah sy ktk dia menjelaskan penyakit sya
tq dok
Pak Dokter Suryo,
Terima kasih atas Blog-nya, dari membaca ini istri saya yang terkena endrometriosis sudah mulai berkurang sakitnya, setelah mencoba usulkan suntik KB 3 bulanan ke dokter langganan dan disetujui, sekarang istri saya tidak lagi mengeluh sakit lagi. tapi sekarang menstruasi lama hampir 14hari, apakah ini normal? atau efek samping suntik KB ?
dear dr suryo,
saya shella berusia 20thn...
saya ingin tanya dok, setiap kali saya haid itu rasanya sangat nyeri skali seperti si iris2 selama mens berlangsung tapi rasa nyeri yang luar biasa itu sering terjadi setelah menstruasi berakhir...
rasa sakitnya bisa sampai ke tulang panggul dan samapi ke tulang belakang..
sakitnya di bag perut kanan bawah...
dan biasanya saya meredakanya dengan obat penghilang nyeri..
apakah saya menderita endometrosis dok dan apakah nanti sulit mempunyai anak??
Post a Comment